Alhamdulillah tiada ledakan yang terjadi dengan mamaku, walau aku tetap menjaga perasaan dan berhati-hati bersikap dan ucapan. Tapi rupanya ada ujian lain dari Allah SWT kembali. Aku tahu, berarti Allah sayang padaku...
Perjuangan kuliahku serasa hampir berujung dengan kesan buruk. Ugh....karena sifat sensitif seorang dosen (S) padaku. Why? Amarah, kesal, sedih dan kecewa benar-benar menemaniku pada hari bersejarah itu. Dan aku akui, mungkin aku juga orangnya sensitif. Tapi jujur, aku gak suka dengan sifat dia walau itu hak dia. Hak aku juga untuk tidak suka dia.
Seseorang yang menggunakan superior-nya ketika menghadapi orang yang tidak disukainya (disaat orang yang tidak disukainya dibawah kekuasaannya) ,itu sungguh tidak adil dan picik. Kata-kata yang engkau lontarkan serasa bagai pisau kehidupan yang menerkam pikiran dan hati ini. Marah, ilfeel, dan kesal sekali...aku tak pernah diperlakukan seperti itu seumur hidupku. Astaga,cobaan yang sangat berat.
Beberapa hari kemudian, aku tersenyum dan semakin nyakin semua ada hikmahnya. Allah sudah menyiapkan kado kecil untuk ujian ini,insya Allah. Hal lain yang aku temukan, ia iri, cemburu dengan hidupku walau aku tak tahu apa penyebabnya. Setidaknya hal itu membuat aku kasihan padanya. Kini aku hanya berharap Allah menguatkan aku dan aku semakin sabar. Trims Allah SWT untuk semuanya...spesial menghadirkan mama dan abg kedua ku dalam hidup ini.